Senin, 16 November 2015

Misteri Kematian The Rev

 Misteri kematian The Rev


Bagi yang mengenal band Heavy Metal asal Amerika Avenged Sevenfold pasti tidak dapat melupakan drummer sekaligus salah satu pemrakarsa terbentuknya band tersebut. The Rev memang sudah bertahun-tahun lalu meninggal namun misteri kematiannya masih sering dipertanyakan. Teori ini adalah teori atas pemikiran dan juga informasi-informasi yang beredar,apabila ada yang ingin mengoreksinya dipersilahkan.
Jimmy The Rev adalah drummer A7X sejak band ini berdiri dan dia menjadi salah satu drummer terbaik sepanjang masa menurut berbagai situs dan pengamat musik.
Jimmy(The Rev) lahir dengan jantung
yang membesar, dan menjadi
lebih buruk seiring dengan
usia nya. Inilah sebabnya mengapa dia
mengatakan dia tidak akan
melebihi usia 30 tahun.
Jimmy lahir pada 9 Februari 1981 dan meninggal pada 28 Desember 2009(umur 27 tahun)

The Rev pernah mengatakan "Saya akan terkenal
dan saya akan meninggal
sebelum merayakan ulang
tahun saya yang ke 30"

Lagu terakhir di album
Nightmare, "Fiction". Fiction adalah catatan bunuh
diri. Fiction adalah lagu terakhir
yang ditulis The Rev sebelum
meninggal. Seperti yang banyak
diketahui, dia menyelesaikan
lirik lagu Fiction 3 hari
sebelum dia meninggal. Tidak ada
yang tahu lagu ini sampai hari
itu.

Dia diam-diam menulis Fiction
sendirian dan merekam
dirinya bernyanyi dan
memainkan instrumen tanpa
ada yang mengetahui. Lagu itu awalnya berjudul
"Death" tapi kemudian
berubah menjadi Fiction. Seperti dikatakan sebelumnya
ia menyelesaikan lagu Fiction
dan 3 hari kemudian dia
ditemukan meninggal.

Di album sebelumnya, album
Self-titled, The Rev menulis
sebuah lagu yang berjudul
"Brompton Cocktail". "Di ceritakan tentang seorang
yang ingin mati karena dalam
kesakitan yang begitu
banyak sehingga ia
mengambil apa yang disebut
Brompton Cocktail untuk membunuh dirinya."
Brompton Cocktail adalah
campuran dari obat-obatan dan
ALKOHOL.

Laporan mengatakan bahwa
The Rev ditemukan tewas
dengan oxycodone
(OxyContin), oxymorphone (a
metabolite of oxycodone),
diazepam (Valium), nordiazepam (a
metabolization of diazepam)
dan alkohol dalam tubuhnya.
HIS BROMPTON COCKTAIL...
Laporan juga mengatakan ini
hanya campuran yang buruk
dan menyebabkan
kematiannya. The Rev tahu bahwa
pembesaran jantung akan
menjadi kematian yang
menyakitkan dan maka dari
itu dia berencana bunuh diri. Dia menulis Brompton Cocktail
sebagai petunjuk yang akan ia
gunakan sebagai metode
bunuh diri, dan menulis Fiction
sebagai catatan bunuh diri.

Dia ingin mati dengan caranya
sendiri, bukan kematian yang
menyakitkan karena
pembesaran jantung-Nya. A7X(Avenged Sevenfold) terus menjaga rahasia ini
dari publik karena mereka
tidak ingin orang berpikir
mereka adalah kelompok emo
bunuh diri (Suicidal Emo
Group). Dan mereka memang bukan seperti itu. Jika kalian benar-benar
memahami lirik Fiction kalian
dapat mengatakan itu adalah
catatan bunuh diri. Ini surat selamat tinggal
kepada semua orang dan harapannya untuk orang-orang tersayangnya. Ini memang menyedihkan
tapi benar apa adanya.

Maka dari itu, sebagian
orang mengganggap dia
meninggal dengan cara yang
tak mengeenakkan..
sebernarnya dari kecil hingga
besar jantung The Rev tidak baik, karena dia sudah tahu
bahwa dia akan mati muda.
Jadi, dia bunuh diri dengan
cara Psikotropika.

Ini lirik lagu FICTION beserta translate-nya:

Now I think I understand|
Kini kukira aku mengerti
How this world can overcome
a man|
Bagaimana dunia ini bisa
mengalahkan seorang pria
Like a friend we saw it
through|
Seperti seorang teman kita
mengenalnya
In the end I gave my life for
you|
 Pada akhirnya kuberikan
hidupku padamu

Gave you all I had to give|
(Ku) beri kau segala yang
harus kuberi
Found a place for me to rest
my head|
(Ku) temukan tempat untukku menyandarkan
kepala
While I may be hard to find|
Meski mungkin sulit
ditemukan
Heard there's peace just on the other side|
Kudengar ada kedamaian di
sana

Not that I could or that I
would|
Bukan karena aku bisa atau
karna aku mau
Let it burn under my skin, let
it burn|
Biarlah kulitku terbakar,
biarlah terbakar

Let this life just set me free|
Biarlah hidup ini
membebaskanku
Took a piece of you inside of
me|
(ku) ambil sekeping dirimu kedalam diriku
All this hurt can finally fade|
Seluruh rasa sakit ini akhirnya
kan sirna
Promise me you'll never feel
afraid|
Berjanjilah kau takkan pernah
merasa takut
Not that I could or that I
would|
Bukan karena aku bisa atau
karna aku mau
Let it burn under my skin, let
it burn|
Biarlah kulitku terbakar,
biarlah terbakar

I hope it's worth it|
Kuharap ini setimpal
Here on the highway, yeah|
Dengan keadaan di jalan raya
ini, yeah
I know you'll find your own way|
Aku tahu kau kan temukan
jalanmu sendiri
When I'm not with you|
Saat aku tak bersamamu
So tell everybody|
Maka beritahu semua orang
The ones who walk beside
me, yeah|
Orang-orang berjalan
bersamaku, yeah
I hope you'll find your own
way|
Kuharap kau kan temukan
jalanmu sendiri
When I'm not with you
tonight|
Saat aku tak bersamamu
malam ini
I hope it's worth it|
Kuharap ini setimpal
What's left behind me, yeah|
Dengan yang kutinggalkan,
yeah
I know you'll find your own way|
Aku tahu kau kan temukan
jalanmu sendiri
When I'm not with you|
Saat aku tak bersamamu
So tell everybody|
Maka beritahu semua orang
The ones who walk beside
me, yeah|
Orang-orang berjalan
bersamaku, yeah
I hope you'll find your own way|
Kuharap kau kan temukan
jalanmu sendiri
When I'm not with you
tonight|
Saat aku tak bersamamu
malam ini

Thank You Jimmy "The Rev" Owen Sullivan for your dedication for world's music industry...
We love you Jimmy :)

*Saya mohon maaf apabila ada yang tidak sependapat dengan artikel ini,saya juga seorang fans Avenged Sevenfold